Penerapan Restorative Justice Dalam Kasus Ijazah Jokowi
Laporan: Tim Redaksi
Senin, 19 Januari 2026 | 12:40 WIB
SinPo.tv - Ketua Komisi Tiga DPR, Habiburokhman menyoroti penghentian perkara, dugaan fitnah ijazah palsu, Presiden ketujuh, Joko Widodo, terhadap dua tersangka, Eggi Sudjana, dan Damai Hari Lubis. Dirinya menilai, penerapan mekanisme restorative justice, dalam kasus tersebut, menjadi bukti bahwa KUHP dan KUHAP baru, mewujudkan keadilan dan kemanfaatan hukum.
VIDEOTERKAIT
NASIONAL
Demokrat Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Penyadapan
Rabu, 04 November 2026
NASIONAL
Demokrat Harap Presiden Prabowo Kembalikan Marwah Politik
Rabu, 04 November 2026
NASIONAL
Gerindra Sebut Penyadapan Terhadap Presiden Adalah Insubordinasi
Rabu, 04 November 2026
NASIONAL
Program M4CR Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir
Rabu, 04 November 2026
NASIONAL
Mendag Kunjungi UMKM Pilihan Busan Periode 2
Rabu, 04 November 2026
NASIONAL
Kemensos Upayakan Percepat Kartu Disabilitas
Rabu, 04 November 2026
SINPO SEPEKAN
Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla Bromo-Ijen | Kilas Sepekan
01 November 2026 | 06:00 WIB
VIDEOTERPOPULER
#1
Kesal Tak Dijemput, Nenek Bakar Cucu Dengan Korek Gas
HUKUM | 2 hari yang lalu
#2
Jesus De Miguel Meninggal Usai Benturan di Lapangan
INTERNASIONAL | 11 jam yang lalu
#3
Wamenaker Resmikan Warkop Agam Laen
NASIONAL | 3 hari yang lalu
#4
BNPB Catat Luas Karhutla Kalimantan, Pria Giling Dan Bakar Istri Siri | Menyapa Indonesia Pagi
MENYAPA INDONESIA PAGI | 6 hari yang lalu
#5
Polri Tetapkan 245 Tersangka Kasus Karhutla
HUKUM | 6 hari yang lalu





